Postingan

Pertarungan Dimulai Pukul 2 Dini Hari 🌙

Gambar
 At this moment... Saya sudah terkubur terlalu lama dalam lengangnya pencarian menuju pelabuhan penantian. Karena semakin saya menanti, semakin pula saya dipaksan menyudahi. Perkara menanti sesuatu yang pasti memang berat, bahkan untuk saya yang selalu acuh tak acuh pada segala hal. Singkatnya, kuat saya semakin terkuras dengan adanya waktu yang termakan tanpa makna. Lagi... Saya tidak tahu apa yang harus saya perbuat, pun bagaimana membuat segala sesuatu makin membaik. Setelah hilang suatu rasa untuk mencintai lebih dalam dengan keyakinan penuh, saya tidak mempunyai apa-apa lagi untuk menjadi alasan baginya bertahan. Seperti sedia kala saat awal memperjuangkan segalanya, di- ghosting (buseet, pake bahasa keren pulak!). Dengan begitu banyak pertengkaran yang berlangsung antara kami, dan tidak begitu banyak membuahkan penyelesaian atau keharmonisan, kami masing-masing menciptakan jarak yang tak mungkin diperbaiki. Dan mungkin untuknya jarak itu tidak mempengaruhi sama sekali. Dia pu...

Toxic of The Day #1

 Hai. Jadi hari ini saya menulis lagi di blog. Beberapa tahun lalu saya jarang sekali menulis karena tidak bisa fokus dan tidak tahu menulis apa, tapi sekarang sepertinya banyak yang hendak saya tuliskan. Lebih tepatnya banyak hal yang hendak saya curahkan, hehe. Jadi sudah hampir 3 tahun kami berpacaran, lebih tepatnya sih 2 tahun 9 bulan (kalo besok tanggal 3 berarti sudah genap 2 tahun 10 bulan). Makin lama makin aneh gaya berpacaran kami, entahlah status kami yang sekarang berpacaran atau tidak, hehehe. Bagaimana bisa dibilang berpacaran, sejak perkelahian besar kami yang terakhir kali, tidak ada kata berbaikan yang nyata, tapi sudah pake panggilan sayang lagi. Aneh beud deh, dia di media sosial apa kabar dah? Secara, setelah perkelahian itu kami benar-benar menghapus semua foto bersama yang ada di akun masing-masing. Dan kemudian, ada banyak hal-hal janggal yang saya lihat di akun media sosialnya (bayangkan dulu, kami sudah tidak saling berteman di medsos, njay!). Memang benar...

Pentingkah itu?

"Pentingkah itu?" Ini bukan sebuah pertanyaan, tapi pernyataan. Saat sesuatu yang dianggap  berharga nilainya, dipatahkan dengan sepenggal kalimat itu, dan dirasa tidak ada artinya. Memang pada akhirnya saya tersadar, tingkat kepentingan seseorang akan suatu hal akan lama kelamaan pudar dan tergantikan dengan hal lain yang dirasa lebih berarti, sehingga hal yang saya anggap penting akhirnya tidak ada nilai di mata mereka. Fix, untuk hal satu ini sungguh kejam untuk saya. Dia merasa tidak penting mempermasalahkan hal-hal prinsip yang dia sendiri bangun dalam hubungan ini. Sehingga pada saat saya mempertanyakannya, dia mengeluarkan kata-kata di awal tulisan ini. Benar adanya, segala sesuatu yang terpola dalam hubungan kami adalah berkat dirinya. Saya akui ada tingkat superior dalam dirinya di mana lebih dominan dirinya mengarahkan saya dalam menjalani hubungan hingga saat ini. Namun, saya merasa heran dengan polahnya yang semakin hari semakin berubah. Dirinyalah sendiri yang me...

Kalahkan Ego, Tingkatkan Sayang 💙

 Aku tidak ingin menyimpan kebahagiaan ini sendiri. Tapi aku juga tidak bermaksud membagikan kepada semua orang. Menyimpannya di sini adalah cara terbaik, supaya jika nanti aku merasa tawar hati, ada tulisan ini yang memberikan warna itu kembali. Tulisan ini disimpan untuk mengingat bahwa bersama dengannya sudah membuatku bahagia. Tahun-tahun bersama memang sungguh panjang ceritanya. Ya, dua tahun. Mungkin tidak terlalu lama menurut orang lain, masih terlalu amateur dalam hal cinta-pacaran-serius-dansebagainya. Namun dua tahun adalah hal luar biasa setelah begitu banyak hal terjadi pada hubunganku dengannya. Tidak sedikit ego yang lebih kuperjuangkan dibandingkan rasa sayangku. Tidak sedikit sakit yang kutorehkan hanya karena aku merasa 'lebih benar' dari dirinya. Dan, masih banyak lagi hal-hal yang dapat memberikannya alasan untuk tidak tinggal. Tapi dia masih ada. Dia masih dia. Menjalani hubungan dengannya selama dua tahun ini telah mengajarkanku tentang banyak hal. Dan aku ...

My Faith

Gambar
Mungkin kamu tidak akan merasa kesepian. Ya benar, kamu memiliki segala sesuatu untuk mengisi hari-harimu. Teman chat, sahabat, siapapun itu. Banyak yang datang dan pergi dalam kehidupanmu dan kamu akan tenang-tenang saja tanpa merasa kesepian. Kamu tidak akan tahu bagaimana sepinya ketika didiamkan, Bagaimana sendiriannya kamu ketika tidak dikabari sama sekali, Bagaimana terpuruk karena merasa tidak dianggap. Kamu akan baik-baik saja karena semua orang menerimamu, dan kamupun juga akan selalu dikelilingi oleh mereka. Tapi kamu tidak akan merasakan saat kamu ditolak dan dibenci. Kamu tidak merasakan saat dihina dan dicaci. Hidupmu terlalu sempurna sampai kamu tidak tahu betapa menderitanya aku karena itu semua. Ya benar, tanpa akupun kamu akan selalu bahagia. Kamu bahkan bisa dengan mudah mencari penggantiku. Tapi tidak denganku. Perasaan-perasaan ini tidak akan dengan mudah hilang. Jika perasaan itu masih tetap ada, maka aku akan terus menderita meratapi kamu yan...

Biarkan Berlalu

Gambar
Berdiam sejenak. Aku lemah oleh semuanya. Oleh perasaan-perasaan dangkal yang menghujam. Aku juga belum siap untuk ini semua. Meratapi keadaanku yang sepi dan sendiri. Semua terasa pudar perlahan. Aku ingin menyudahi segalanya, mungkin dengan pergi akan meringankan beban siapapun yang tersiksa karenaku. Mungkin dengan aku beranjak, ada hati yang lega dan kembali bahagia. Mungkin jika aku tidak ada, senyum yang semula selalu ada akan terus ada dan tidak digantikan kebisuan. Ataukah aku yang terlalu egois? Mencoba mempertahankan segalanya yang seperti tidak mungkin lagi? Ya, semuanya seperti tidak mungkin. Kamu yang sudah berpikir mencari orang lain, kamu yang selalu memutuskan untuk terlebih dahulu pergi. Lalu aku, Aku yang terlalu naif dan mencoba menahanmu. Aku yang selalu mempertahankan hal yang sebenarnya sudah kamu anggap usai. Aku yang masih memungut sisa-sisa perasaanmu. Baiklah. Aku tidak menuntut lagi. Aku tidak mengejar lagi. Aku hanya akan diam. Aku h...

Bahagiamu, Bahagiaku

Gambar
Apa sih yang membuat saya jadi begitu posesif terhadap dia? Sikap saya seakan dia tidak boleh apa2 jika tidak ada saya. Saya tak ingin dia pergi dengan orang lain, jauh dari saya, tiada kabar, bahkan kadang melihat dia memposting foto yang bukan diri saya saja sudah menyulut keinginan marah. Saya sadar bahwa saya tidak boleh melakukan hal ini, posesif berlebihan sungguh membunuh dari dalam. Tapi apa daya, saya hanya ingin dia 😭 Pernah membatasi diri untuk tidak want to know eveything about him, tapi akhirnya saya sendiri yang tersiksa. Saya ingin tahu apa yang dia lakukan saat bangun pagi hari, apa yang dia makan saat sarapan, kegiatan apa selanjutnya, pergi kemana dia di pagi-siang-sore-malam, bertemu siapa dan bicara apa... apakah saya terkesan mengontrol? Sejujurnya saya hanya ingin dia, tepat di samping saya, bersama saya. Itu saja. Tapi waktu dan jarak sungguh menjauhkan kami (walau kami masih bisa berkomunikasi lewat gadget). Perasaan saya sudah terlalu besar untuk selalu ...