The Powerful Love Wizard - By : Lili Menno (continue)


Drew Saquel, cowok keren yang masuk klub basket belum lama ini, ternyata sudah menunjukkan kemampuannya bermain. Bayangkan aja, belum beberapa lama, dia sudah bisa menyingkirkan kakak kelas yang semula adalah kapten tim basket. Dan dialah yang mempunyai andil besar dalam menyumbang piala yang dipajang di ruang kepala sekolah sekarang ini.
Siapa sih yang gak kagum sama dia? Siapa sih yang nolak buat melihatnya saat bermain basket? Siapa sih yang berani menamparnya hanya karena dikatain pendek? Semua jawaban pertanyaan itu menjurus pada satu nama, Zaira Keiko.
Kejadian itu bermula waktu Zaira sedang buru-buru kembali ke kelasnya saat jam istirahat selesai. Karena tak melihat jalan, dan dia berlari dengan kencangnya, dia gak bisa menghindar saat cowok itu berhenti tepat di depannya dan tabrakan pun tak bisa dielak.
”Eh! Lo pikir ini jalanan nenek moyang lo ya?!” tanya Drew kesal bukan main.
Zaira mengibas-ngibas roknya karena kotor terkena debu di lantai koridor itu.
“Lu sengaja nabrak gue ya?” ucap Drew lagi, karena cewek di depannya tak meminta maaf padanya dan malah melirik jam tangannya.
“Mampus! Bu Dewi sudah masuk!” dengan secepat kilat, Zaira lalu berlari meninggalkan Drew yang shock karena baru sekali ini dia dicuekin mentah-mentah oleh cewek.
“Siapa sih dia?” Tanya Drew pada salah satu cewek yang tadi memperhatikan mereka. Yang ditanya cengengesan gak jelas.
“Dia Zaira Keiko. Kalo gak salah sih dia anggota pemain volley.”
Cewek gak populer! Berani banget dia cuekin gue! “ Drew membatin.
Bukan hal baru lagi kalau anak basket yang keren kayak Drew punya banyak cewek, banyak gebetan, atau bahkan fans. Tapi, dia berpikir bahwa itu semua hanyalah hiburan baginya. Dan sekarang dia punya hiburan baru lagi, Keiko atau entah siapa namanya. Cewek itu bakal jatuh dalam genggamannya karena telah menampakkan dirinya dihadapan Drew.
Sepulang sekolah, Drew sengaja menolak ajakan Michele, cewek gebetannya, untuk pulang bersama karena dia sedang menunggu cewek itu dan ingin memberi pelajaran padanya. Tak berapa lama setelah sekolah sepi barulah cewek itu muncul di gerbang. Drew langsung saja berjalan mendekati cewek itu. Setelah itu dia menghadang cewek itu.
“Hei, lo cewek yang tadi nabrak gue kan?” tanya si Drew se-cool mungkin.
Zaira mengkerut, “lo siapa ya?”
“Lo gak kenal sama gue?” tanya Drew lagi.
“Gak penting buat kenal siapa lu,” jawab Zaira ketus sebelum meninggalkan Drew yang terkejut mendengar ucapannya.
Siapa sih sebenarnya nih cewek? Gak mungkin gak ada orang yang gak mau kenal sama dia. Sudah begitu banyak cewek yang menghampirinya untuk berkenalan dengannya, dan Drew tahu kenapa mereka melakukan itu. Dia gak geer, tapi emang tampangnya membuatnya jadi modal utama. Lagian, dia kan jago main basket dan piano.
“Heh, lu hanya cewek dengan tinggi gak lebih dari bahu gue yang seperti biasa berusaha mencari perhatian dari gue!” teriak Drew akhirnya. Cewek yang tadinya sudah menjauh itu lalu berbalik dan mendekati Drew dengan wajah yang tak bersahabat.
PLAAK!
“Ini buat kata-kata lu tadi yang nyebut gue pendek!” ucap Zaira, lalu dengan cepat dia berbalik pergi tanpa menatap wajah Drew yang terkejut banget seperti terkena setrum 2000 volt.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.