MY LIFE SAYINGS


CERITA HIDUPKU

Walau terbebani begitu banyak hal berat yang kadang membuatku harus menangis, atau harus merasa terganggu karena tak bisa benar-benar makan dengan tenang, tidur dengan nyaman, bahkan bernapas pun rasanya sesak, tapi aku masih ingin menjalani semua itu walau terkesan memaksakan diri.

Well, I just try to do what I want, what my heart want do that.

It’s my way, right? It will be great when I live my life with happiness.
Aku begitu kejam kalau berpikir hanya aku yang mempunyai begitu banyak beban. Masih banyak yang memiliki beban kehidupan yang lebih dan lebih berat dari yang kupikul sekarang. Entah itu kehidupan mereka sendiri, atau bahkan hidup orang lain yang harus mereka tanggung.

Faith itu tak selamanya berjalan sesuai keinginan kita. Kadang kita bahkan tak tau saat dimana kita bisa memenangkan takdir itu, bahkan dikalahkan oleh hal itu.

Aku memang selalu terlarut dalam pikiran bahwa hidup ini tak adil bagi diriku. Dimana aku tak punya banyak teman, tak bisa dengan leluasa bicara dengan orang-orang yang baru kukenal, memiliki selera fashion yang terbilang rendah, mempunyai pacar yang tak pernah memperhatikan diriku, mempunyai keluarga yang pilih kasih dan hal-hal yang seperti itu.

Kebanyakan dari semua itu selalu membuatku kesal, marah dan menangis.
Ingin rasanya aku lari dan menabrakkan diriku di truk sampah yang lewat di jalan raya, tapi itu tindakan paling bodoh yang menjadi pilihan paling terakhir dalam hidupku.
Aku hanya belum melihat dari sisi lain hidupku ini, dimana sebenarnya aku memiliki segalanya.


TEMAN

Aku mungkin pernah berpikir bahwa aku tak pandai bergaul (Kuper) sehingga tak memiliki banyak teman.
Tapi setelah itu aku berpikir bahwa teman-temanku yang sekarang ini sudah lebih dari cukup. Mereka selalu mengerti aku, selalu menjadi pendengar setia bila aku ingin menceritakan sesuatu, menjadi penolong pertama saat aku membutuhkan bantuan, menjadi orang-orang pertama yang menghibur kala aku dilanda hal-hal yang tak menyenangkan, berusaha membelaku walau kadang kala akulah yang bersalah dan tak memandangku dari kekurangan diriku ini.

Aku bahagia ada di dekat mereka, duduk dan tertawa bersama mereka, berbagi duka dengan mereka, atau hanya sekedar bercengkrama tanpa arah.

Mereka memang bukan seorang yang sempurna, yang bisa mengabulkan segala yang kuminta.
Tapi bersama mereka, aku baru meresapi arti sebuah kebersamaan dan persahabatan yang sekental darah.
Sahabat-sahabatku, aku berhutang begitu banyak atas persahabatan kita selama ini. Bila persahabatan kita memiliki harga, mungkin aku takkan bisa membayar sepeser pun.

Aku memiliki kalian karena kalian adalah ‘pesulap’ yang dengan handalnya bisa mengubah keterpurukanku menjadi semangat yang bisa mengalahkan apapun.


PACAR

Kadang memang aku merasa seperti tak memiliki pacar. Bagaimana tidak, dia tak ada kabar sama sekali. Menghubungiku pun hanya sebulan sekali dan itupun hanya pesan singkat yang sebenarnya tak berbobot.
Tapi tetap saja, dia selalu membuatku bahagia walau aku hanya bisa menatap fotonya.

Dia begitu jauh untuk digenggam, bahkan waktu pun tak mengijikan diriku untuk bersamanya lebih lama lagi.

Aku hanya bisa melihat dari sisi positif saja, disamping dia harus menuntut ilmu untuk cita-citanya, akupun jadi lebih berkonsentrasi untuk mengurus masa depanku di bangku kuliah nanti.
Setidaknya waktu yang sepi ini memberikan makna sendiri padaku untuk selalu memikirkan dirinya di sana.

Pernah tersirat untuk main hati di belakangnya, karena bagaimanapun Long Distance Relationship itu memang berat, apalagi saat putus komunikasi. Beberapa orang bahkan mengakhiri hubungan itu dengan cepat. Tapi, dilihat dari waktu, aku dan dia bisa bertahan lama selama lebih dari delapan bulan dan itu adalah hal yang membahagiakan, karena cinta ini bisa tetap bertahan.
Bertahan?

Aku sepertinya tak bisa terlalu berpikir ke arah sana.
Jujur saja, aku dan dia pernah selingkuh. Dia dengan wanita di sana, dan aku dengan pria di sini.
IMPAS ?

Sebenarnya aku merasa begitu bersalah padanya, tapi setelah mengetahui keadaan, sepertinya aku sedikit benar mengambil langkah.

Semua orang pasti mengaku tak tahan dengan hubungan jarak jauh. Apalagi yang tak pernah ada kabarnya,. Lebih baik diakhiri sebelum semuanya menjadi lebih tak berarti.

Aku ingin selalu mempertahankan hubungan ini, tapi aku juga tak bisa menyangkal bahwa rasa ini begitu dalam untuknya.
Semua ini hanya bisa dilihat ke depan, apa akan berakhir bahagia atau hanya sampai di tengah jalan saja.


KELUARGA

Aku mempunyai seorang kakak perempuan dan dua orang adik yang memang membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang selalu kutuntut.

Aku terkadang marah dan kesal kalau orangtuaku lebih mementingkan urusan kakakku ketimbang aku.
Atau lebih memanjakan adik-adikku, daripada melihat diriku yang membutuhkan perhatian khusus dari mereka.

Aku hanya tak menyadari kasih sayang yang sebenarnya kudapatkan secara tersirat ataupun ditunjukkan dengan nyata.

Pernah sekali aku buru-buru hingga lupa membawa barang penting yang tak boleh ditinggalkan.
aku kalang kabut, tapi akhirnya aku menelpon mama untuk membantu mengantarkannya ke sekolah. Mama yang sebenarnya harus tepat waktu ke kantor, malah rela mengantarkan barang itu ke sekolahku, yang letaknya cukup jauh dari kantor mama.

Mama tak marah padaku karena ceroboh dan melupakan barang penting, tapi malah tersenyum sambil menyodorkan barang tersebut.
I LOVE YOU MOM ^^

Bapakku pun begitu. Beliau rela bangun jam 6 pagi untuk mengantarku ke sekolah saat menghadapi Ujian Nasional. Padahal Bapakku itu insomnia (susah tidur) dan baru bisa tidur pukul 1 dini hari atau lewat dari pukul 1. Tapi beliau masih berusaha bangun dan mengantarku selama empat hari berturut-turut tanpa mengeluh.
AKU SAYANG BAPAK

Adikku Nyong dan Tania, walaupun bandel tapi mereka perhatian padaku.
Tania selalu bertanya, “besok ujian mata pelajaran apa?” dan “ayo belajar”
kadang aku kesal karena dia selalu bertanya seakan ingin tahu masalah pribadiku, tapi aku tahu dia hanya mau mengetahui semua kebiasaanku, dia begitu memperhatikanku.
Nyong juga akan menghiburku dengan tingkahnya yang konyol. Walaupun dia itu cuek, tak peduli sekitarnya tapi saat diminta melakukan sesuatu selalu dia turuti
SAYANG KALIAN…

Kakakku Zhally juga begitu.
kadang sangat mengesalkanku. Mengambil barang-barang kesayanganku tanpa minta ijin, dan melakukan segala hal yang membuatku kesal.
Tapi dia siap sedia membantuku saat aku membutuhkannya

Jadi sebenarnya, kehidupanku ini sudah lebih dari cukup adil .
Aku dianugerahi begitu banyak kasih sayang dari keluarga dan sahabat-sahabatku ...
Aku bahagia karena hal tersebut,
dan semoga akan selalu begitu sampai akhirnya . AMIN

(◠ .◠)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.