ILLNESS
Rasanya tak adil bila orang-orang terlihat begitu santai dengan perkuliahan mereka. Tak memikirkan tugas dari dosen, tak perlu kuatir mendapat nilai apa, atau dipandang bagaimana oleh para dosen. Sedangkan aku sedang berusaha keras mengerjakan semua tugas yang deadline, yang bahkan harus kukerjakan hingga tak tidur.
Bukan curhat, hanya sekedar sharing.
Sekarang rambut di kepalaku mulai menipis, entah karena faktor gen (kurasa orang tuaku memiliki rambut yang sehat dan kuat) atau karena keseharianku yang selalu tidur larut dan makan tak bergizi, aku tak tahu. Bagian kanan kepalaku sudah mulai terlihat tipis, dan semakin hari rambut yang gugur semakin banyak.
Aku tak menganggap ini sebuah penyakit. Pasti karena akar rambutku yang tak kuat atau karena aku kekurangan protein (kuakui jarang makan telur dan daging selama kuliah di sini).
Yang lebih parahnya lagi, aku lebih sering pilek dari biasanya. Dan suhu badanku sedikit meningkat.
Aku terlalu naif untuk pergi ke dokter, ku kira tubuhku akan baik-baik saja saat minum obat. Yah, setidaknya untuk sekarang memang sudah lebih baik. Pilekku sudah lumayan sembuh ketimbang kemarin-kemarin.
Aku memang penderita amandel, dan jauh dari orang tua membuatku tak memperhatikan makanan yang masuk dalam tubuhku. Bila kurasa nikmat, akan kusikat tanpa sisa :)
Jadinya, aku kekurangan vitamin C yang baik untuk penderita amandel sepertiku.
Beberapa kali amandel di rahang bawahku membengkak, dan untuk menelan ludah saja susah sekali. Itulah kenapa aku takut bila amandelku kumat.
Aku lebih banyak memberi alasan jika tiba-tiba amandelku kumat. Dan orang tuaku yang jauh di sana pastilah akan merasa sangat kuatir.
Untuk penyakitku ini, dari Soe aku sudah dibekali beberapa macam obat dari dokter. Ada lima kaplet dan itu sangat pahit. Tak ada yang rasa mint atau strawberry.
Aku tak mengeluh, hanya saja penyakit ini membuatku jadi merasa cepat mengantuk.
Ada yang lebih kukhawatirkan dibanding pilek dan amandel ini.
Perut, terlebih lambung dan ususku yang kekurangan asupan makanan.
Bukan berarti aku tak makan, tapi aku lebih menyenangi kebiasaan terlambat makan agar aku tak mengantuk saat mengikuti kuliah nanti. Yah, asumsiku bahwa setiap kali sarapan aku akan mengantuk di kelas.
Sekaranglah dampak yang lebih besar terjadi padaku.
Lambung dan ususku sering merasa nyeri, dan itu sakit sekali. Aku tak mampu bernapas bila sakit itu menyerang.
Aku harus menekuk tubuhku untuk meredam rasa sakit itu, tapi tetap saja akan selalu menghujam perutku. Aku tak tahu apa yang menyebabkan hal itu.
Untungnya sakit itu tak muncul lagi sekarang, mungkin karena aku rajin makan :p
Bukan curhat, hanya sekedar sharing.
Sekarang rambut di kepalaku mulai menipis, entah karena faktor gen (kurasa orang tuaku memiliki rambut yang sehat dan kuat) atau karena keseharianku yang selalu tidur larut dan makan tak bergizi, aku tak tahu. Bagian kanan kepalaku sudah mulai terlihat tipis, dan semakin hari rambut yang gugur semakin banyak.
Aku tak menganggap ini sebuah penyakit. Pasti karena akar rambutku yang tak kuat atau karena aku kekurangan protein (kuakui jarang makan telur dan daging selama kuliah di sini).
Yang lebih parahnya lagi, aku lebih sering pilek dari biasanya. Dan suhu badanku sedikit meningkat.
Aku terlalu naif untuk pergi ke dokter, ku kira tubuhku akan baik-baik saja saat minum obat. Yah, setidaknya untuk sekarang memang sudah lebih baik. Pilekku sudah lumayan sembuh ketimbang kemarin-kemarin.
Aku memang penderita amandel, dan jauh dari orang tua membuatku tak memperhatikan makanan yang masuk dalam tubuhku. Bila kurasa nikmat, akan kusikat tanpa sisa :)
Jadinya, aku kekurangan vitamin C yang baik untuk penderita amandel sepertiku.
Beberapa kali amandel di rahang bawahku membengkak, dan untuk menelan ludah saja susah sekali. Itulah kenapa aku takut bila amandelku kumat.
Aku lebih banyak memberi alasan jika tiba-tiba amandelku kumat. Dan orang tuaku yang jauh di sana pastilah akan merasa sangat kuatir.
Untuk penyakitku ini, dari Soe aku sudah dibekali beberapa macam obat dari dokter. Ada lima kaplet dan itu sangat pahit. Tak ada yang rasa mint atau strawberry.
Aku tak mengeluh, hanya saja penyakit ini membuatku jadi merasa cepat mengantuk.
Ada yang lebih kukhawatirkan dibanding pilek dan amandel ini.
Perut, terlebih lambung dan ususku yang kekurangan asupan makanan.
Bukan berarti aku tak makan, tapi aku lebih menyenangi kebiasaan terlambat makan agar aku tak mengantuk saat mengikuti kuliah nanti. Yah, asumsiku bahwa setiap kali sarapan aku akan mengantuk di kelas.
Sekaranglah dampak yang lebih besar terjadi padaku.
Lambung dan ususku sering merasa nyeri, dan itu sakit sekali. Aku tak mampu bernapas bila sakit itu menyerang.
Aku harus menekuk tubuhku untuk meredam rasa sakit itu, tapi tetap saja akan selalu menghujam perutku. Aku tak tahu apa yang menyebabkan hal itu.
Untungnya sakit itu tak muncul lagi sekarang, mungkin karena aku rajin makan :p
Komentar
Posting Komentar