KICAUAN DI PAGI HARI

Benar-benar tak terbayang bahwa hari ini akan jadi hari paling menyebalkan dalam hidupku dan dalam hariku menjalani kuliah di semester III ini.
Sebenarnya tak perlu dibesar-besarkan atau dikeluhkan, tapi aku sedang punya hasrat menulis, jadi hari ini aku akan menceritakan tentang kejadian hari ini.

Bermula pada pagi hari ini, aku terlalu malas bangun dari tempat tidur (seperti biasanya, tempat tidur seperti tak rela melepasku pergi jauh darinya, hahaha) lalu akhirnya aku bangun dengan keterpaksaan dan mulai melaksanakan aktivitasku. Yang berbeda hari ini adalah .... aku memasak sarapan :D
Prestasi yang tak patut dibanggakan sih, toh memasak saja sudah hampir pukul 9 dan kami mulai makan pukul 10 jadi sebenarnya bukan sarapan lagi , hehehe.
Tapi seperti tak ada hujan badai, aku dan kakakku santai-santai saja saat bersiap ke kampus.
Ini kisah yang menakutkan jadi saya skip, sampai di sini saja yah :D

Cerita lain yang terjadi hari ini adalah saat kami memulai kontrak perkuliahan mata kuliah Aplikasi Komputer dengan empat dosen.
Awalnya terlihat biasa, malah aku sedang dihantui pikiran tentang kejadian yang aku skip tadi (jangan tanya kejadian apa itu). Aku sedang gelisah setengah mati, tapi sebisa mungkin aku terlihat wajar.
Saat memulai perkuliahan, tidak ada suatu apapun yang mencurigakan atau yang mengesalkan akan terjadi jadi aku mencoba santai dan rileks. Ya, aku harus sedikit rileks.
Dan salah satu dosen kami yang cantiknya luar biasa menuliskan pokok materi yang akan dibahas selama satu semester nanti, aku mulai merasa tertarik dengan mata kuliah ini.
 Sepertinya tak terlalu penting pokok materi yang akan dibahas nanti, tapi aku sajikan saja di postingan hari ini

Pokok Materi Mata Kuliah Aplikasi Komputer Semester III Jurusan Ekonomi Pembangunan :
1. Silabus Perkuliahan
2. Pendahuluan Komputer dan Fungsinya
3. Hardware Komputer
4. Sistem Operasi
5. Word Processing Program
6. Datasheet Program
7. Presentasi Dengan Microsoft Power Point
8. Internet : Software, Search Engine, Browser, E-Mail

Materi ini memang menyenangkan buatku, aku rasa kemungkinan aku akan menikmati kuliah nanti tapi tergantung dengan dosen siapa yang mengajarnya. Yah, kalian tahu kan kadang manusia juga memiliki chemistry dengan beberapa orang hahaha...

Sementara kami sedang menulis materi, salah satu dosen dengan gayanya yang seperti ingin-menaklukkan-semua-wanita-dalam-kelas-ini mulai membicarakan tentang materi-materi seperti yang aku sajikan di atas.
Kami memperhatikan dengan seksama, sampai aku saja lupa kalau ada hal yang telah menggelisahkanku. Lalu salah satu dosen kami yang cantik berkata, "pasti materi tentang Internet tidak asing lagi buat kalian, karena kalian sering sekali OL (baca: online)"
Kami sontak tertawa karena kenyataannya begitu. Jadi dosen yang ingin-menaklukkan-semua-wanita-dalam-kelas-ini juga angkat bicara.
"Kalian pasti punya akun Facebook kan?"
Kami dengan entengnya menjawab: "Iyaaaa."
Dia nanya lagi tuh, "Kalau Twitter?"
Aku kira teman-temanku juga akan menjawab dengan enteng, tau-tau hanya aku yang bilang "ADA".
Nah, perhatian si dosen langsung tertuju padaku. Yaelaaah, jangan buat penderitaanku bertambah dengan hal ini, please God!

Sebenarnya aku juga tak akan ditanyai macam-macam olehnya, entahlah. Mungkin di kehidupan sebelumnya aku punya banyak kesalahan terhadap dia -_-
Dia bertanya lagi pada seisi kelas, siapa yang punya twitter selain aku tapi yang lain tidak menjawab. Lalu dia mulai berkicau, dia bilang dia sama sekali tidak punya akun Facebook apalagi Twitter. Dan alhasil, entah karena penasaran atau hanya ingin berbasa-basi, dia bertanya apa manfaat Twitter bagiku.
Setelah aku menjawab basa-basi bahwa dengan Twitter aku bisa melihat akun artis mana yang asli dan bukan, dia menimpali "jadi punya Twitter hanya untuk melihat artis mana yang punya akun asli atau tidak?" Oh no, please stop this!!!

Jadi aku bilang padanya, kalau aku punya akun Twitter untuk mengikuti satu komunitas yang menyumbangkan buku untuk taman baca. Aku lupa untuk bicara formal, dan (lagi-lagi) aku disemprot olehnya "kalau kita bicara di bawah pohon, kamu boleh pake bahasa informal," kata dosen itu lagi.
Saat itu aku tahu wajahku sudah bersemu merah akibat setiap semprotannya itu. Bukan karena malu, tapi sedikit kesal dengan perlakuannya padaku. Seperti hanya aku dan dia di ruangan itu dan dia bebas mencercaku tanpa henti :'(
Tak lama kemudian, mungkin dia merasa tak cukup untuk tidak menyemprotku, dia bertanya berapa followersku dan berapa followers ibu dosen cantik. Hello,,, apa ini? Sepertinya aku harus menghindar sebisaku dari semua orang yang bertanya berapa followersku ...
Sumpah, saat itu aku hanya bisa meremas tasku untuk melampiaskan kekesalanku padanya. Huh, kenapa aku harus mengalami dua kejadian paling dahsyat dalam satu hari ini? Bahkan itu masih pagi ! -__-

Selesai itu, dia bilang ingin minta aku membuatkan Twitter untuknya kalau nanti dia berniat memiliki Twitter. Hohoho, silahkan menyindirku sesuka hatimu Pak :(

Tapi terima kasih untuk kejadian itu, karena aku jadi lebih rileks untuk mengikuti perkuliahan, walaupun nanti kelasku tidak diajar olehnya.
Semester lalu aku masih di kelas B dan otomatis aku diajar olehnya, tapi karena semester ini ada mutasi kelas, jadinya aku pindah ke kelas A.

AGAIN, saat dia bertanya siapa yang pindah dari kelas B ke kelas A dan aku mengacungkan tanganku, dia langsung menyemprotku lagi:
"Ndia (nama depanku), kenapa kamu meninggalkan aku?"
Geli juga mendengar kata-katanya itu. Hahaha,
dosen ini memang masih muda, jadi kupikir wajar saja kalau dia ingin bersendau gurau seperti itu. Aku santai saja dengan hal itu, tapi jadinya wajahku blush :p
Seketika aku melupakan kejadian yang aku skip, tapi tetap saja kejadian itu menghantui setelah aku pulang ke rumah.

But I so hate this day.
I learn from this experience :)
Thank You ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.