Langsung ke konten utama

Pray For Larantuka

Turut berduka cita untuk peristiwa yang terjadi di Larantuka, di mana sebuah kapal yang terbalik saat Prosesi Laut Larantuka {}

Permalink gambar yang terpasang

Menurut informasi yang saya kumpulkan, KM Nelayan Bhakti tenggelam saat Prosesi Laut Jumat Agung di Selat Sempit Ujung Aro, Larantuka, NTT pukul 11.10 WITA.

Sumber mengatakan, 53 penumpang dievakuasi sedangkan 7 orang tewas (terdiri dari 3 anak-anak dan 4 orang dewasa). Sejumlah 29 orang harus dirawat d RS Umum Flores Timur dan 17 sudah pulang ke rumah mereka masing-masing.

Masih ada sekitar 4 sampai 7 orang yang dalam pencarian yang dipimpin Kapolres Flores Timur dibantu oleh petugas tim SAR gabungan.
Tidak ada manifes ataupun pendataan secara pasti mengenai info data penumpang, sehingga jumlah penumpang tidak diketahui secara pasti.

Diperkirakan kapal tenggelam akibat kelebihan muatan dan arus laut yang cukup deras.
Saat kapal terbalik, para penumpang menjerit dan langsung terjun ke laut.
Sontak para penumpang ditolong kapal lain yang juga ikut prosesi tersebut.

Nahkoda kapal sedang diperiksa oleh polisi dan kapal yang mengalami musibah tersebut telah ditarik ke pelabuhan.

Peristiwa kecelakaan laut ini merupakan yang pertama dalam sejarah prosesi laut, yang merupakan bagian dari perayaan Jumat Agung di Kota Reinha Larantuka.
(Sumber: Sutopo BNPB on Twitter dan ANTARA News)

Saya pribadi ingin menyampaikan belasungkawa sebesar-besarnya untuk korban musibah Larantuka ini. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

SEKILAS INFO
Permalink gambar yang terpasang
Pict: Adryan_Patinson
Prosesi Jumat Agung di Larantuka sendiri sudah jadi suatu tradisi turun temurun yang selalu dijalankan umat Katholik yang berasal dari Nusa Tenggara Timur maupun dari luar Nusa Tenggara Timur, yang dilaksanakan untuk memperingati peristiwa Jumat Agung.

Prosesi ini diawali dengan arak-arakan patung Tuan Ma dari kapela Tuan Ma dan menjemput Tuan Menino di Pantai Suster.
Kemudian barulah menjemput Tuan Ana di Kapela Tuan Ana yang terletak di Lokea. Selanjutnya perarakan menuju ke gereja Katedral Larantuka.

Untuk menjemput Tuan Menino, menggunakan kapal motor. Inilah yang disebut Prosesi Laut.

Setelah itu, dilanjutkan dengan Prosesi Jumat Agung pada malam hari, yang dimulai dari pukul 19.00 sampai arak-arakan selesai mengelilingi kota.

Lilin-lilin yang berjajar di pinggiran jalan Kota Larantuka menambah kidmatnya prosesi ini.

~Sekian~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.