JUMAT AGUNG
Happy Good Friday, Good People :)
Sangat berkesan buat saya, honestly. Bangun di pagi hari dan menunggu sampai dimulainya Prosesi Yesus Disalibkan, yang berlangsung di dekat rumah saya, tepatnya di Gereja Imanuel Oepura.
Well, sekedar info saja untuk kita semua,
hari ini (Jumat, 18/04) Pemuda Klasis Kota Kupang mengadakan Jalan Salib yang sebenarnya start dimulai pada hari kemarin (Kamis).
Dan dalam Jalan Salib itu, dijalankan beberapa fragmen yang menyangkut dengan peristiwa Jumat Agung. Rutenya juga banyak dan bisa dibilang cukup jauh kalau ditempuh begitu saja dengan jalan kaki. Tapi, totally salute for everyone who gives their best in the procession :)
Berawal dari saya yang sudah janjian bangun pagi dengan salah satu teman saya (namanya Soly Oktavia), tapi malah mengantuk dan melanjutkan tidur -_-
Masalahnya, kami harus bangun pagi-pagi benar, jadwalnya sih jam 3.30, tapi supaya gak telat kami harus bangun lebih awal dari itu. Dan saya yang masih sempat-sempatnya begadang nonton Malam Minggu Miko harus dihadapkan pada kantuk yang luar biasa (salah saya sendiri, kenapa harus begadang, ckckck)
Setelah itu saya dikejutkan oleh dua tetangga yang sudah diadopsi jadi adik-adik saya, yang membangunkan saya dengan memanggil-manggil nama saya di jendela kamar.
Kurang horror apa coba -_-
Untungnya saya tidak sempat berteriak karena takut. Hehehe
Kembali ke topik.
Jalan Salib ini rutenya panjang dan masih harus berhenti di beberapa gereja yang jadi pos untuk dilakukan prosesi yang beragam.
1. Start di Taman Nostalgia
2. Menuju Gereja Talitakumi Pasir Panjang
3. Jalan ke Gereja Ebenheizer Oeba
4. Terus ke Gereja Kota Kupang
5. Ke Gereja Koinonia di Kuanino
6. Jalan lagi ke Gereja Anugerah
7. Ke Gereja Paulus Naikoten
8. Finally, menuju Gereja Imanuel Oepura.
Gereja Imanuel Oepura jadi garis finish sekaligus jadi tempat prosesi Yesus Disalibkan.
Para Pemuda Imanuel telah mengerjakan satu stage yang jadi Bukit Golgota dan guys!! Itu sangat luar biasa.
Bukit Golgota itu sangat keren dan saya tak pernah bosan dan capek melihat stage itu :)
Pukul 05.00 WITA, para rombongan yang akan melakukan fragmen tiba di tempat. Masih ada beberapa syair yang dibacakan sebelum para pengawal (tokoh dalam fragment) masuk dengan kuda sebagai tameng mereka :D
Setelah itu, pengawal-pengawal berjejer di tempat masing-masing dan Yesus berjalan tertatih menuju Bukit Golgota. Adegan ini jujur membuat saya terharu, di mana Yesus tertunduk dan tampak lesu saat berjalan. Sedangkan Simon orang Kirene (baca di Markus 15:21) memikul salib Yesus.
Di sana juga ada para penjahat yang akan turut disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Penjahat-penjahat itu disalibkan lebih dulu, sebelah menyebelah dan Yesus disalibkan di tengah-tengah (Baca Lukas 19:18)
Lalu, beberapa saat kemudian Yesus disalibkan. Tangan dan kaki-Nya dipaku :(
Pilatus menyuruh memasang tulisan INRI atau yang dalam Bahasa Ibrani berbunyi:
"IESUS NAZARENUS REX IUDAEORUM" atau "YESUS ORANG NAZARETH, RAJA YAHUDI".
Setelah itu, para pengawal membuang undi atas jubah Yesus.
Guys masih hafalkan tujuh perkataan Yesus di kayu salib??
Nah, Yesus berseru "Eloi, Eloi Lama Sabakhtani"
dan kemudian Dia berkata "Sudah Selesai".
Ketika itulah Yesus akhirnya mati dan tabir Bait Suci terbelah dua.
Kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Yesus akhirnya sadar dan berkata: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah" (baca Markus 15:39).
Teman-teman dapat membaca kelanjutan ceritanya di Alkitab.
Ketika Yesus mati, dan Yusuf orang Arimatea mengapani mayat Yesus dengan kain lenan dan menguburkan-Nya di kubur batu yang tak jauh tempatnya dari bukit Golgota.
Nah dalam fragmen ini, tubuh Yesus dibopong murid-murid-Nya dan dibawa ke gereja kami, Imanuel Oepura yang barang beberapa meter saja dari lokasi Bukit Golgota tersebut.
Setelah mayat Yesus dibawa masuk ke gereja yang didesain menyerupai gua batu, barulah kebaktian Jumat Agung yang pertama dilaksanakan.
Guys,
yang saya ingin sampaikan di sini bukan hanya sekedar cerita. Bukan juga pengalaman saya melihat fragmen Jalan Salib. Tapi lebih itu, di mana dari sesuatu yang bermakna lebih dari sebuah pertunjukkan.
Ya, penghayatan kita di saat Yesus harus menanggung dan menebus dosa-dosa kita.
Fragmen yang saya lihat dan juga dilihat banyak orang itu, mungkin ada beberapa yang menganggapnya sederhana bahkan biasa saja. Tapi, di balik kesederhanaan itu, bagaimana kita dapat memaknai arti sebenarnya dari pengorbanan Yesus di Kayu Salib.
Dia disiksa dan bahkan tak sekalipun Dia mengeluh. Hanya berseru pada Bapa.
Jumat Agung ini bukan hanya berarti kita berbakti di gereja dan sambil lalu begitu saja. Tapi, lebih dari itu. Kita tahu bahwa dosa kita yang awalnya seperti kain kermizi telah dibuat putih seperti salju :)
Tuhan Yesus sungguh amat baik ya??
Well, bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan memaknai pengorbanan yang luar biasa itu?
Semuanya kembali ke hati kita masing-masing.
Selamat menghayati makna Jumat Agung :)
God Bless You :*
Sangat berkesan buat saya, honestly. Bangun di pagi hari dan menunggu sampai dimulainya Prosesi Yesus Disalibkan, yang berlangsung di dekat rumah saya, tepatnya di Gereja Imanuel Oepura.
Well, sekedar info saja untuk kita semua,
hari ini (Jumat, 18/04) Pemuda Klasis Kota Kupang mengadakan Jalan Salib yang sebenarnya start dimulai pada hari kemarin (Kamis).
Dan dalam Jalan Salib itu, dijalankan beberapa fragmen yang menyangkut dengan peristiwa Jumat Agung. Rutenya juga banyak dan bisa dibilang cukup jauh kalau ditempuh begitu saja dengan jalan kaki. Tapi, totally salute for everyone who gives their best in the procession :)
Berawal dari saya yang sudah janjian bangun pagi dengan salah satu teman saya (namanya Soly Oktavia), tapi malah mengantuk dan melanjutkan tidur -_-
Masalahnya, kami harus bangun pagi-pagi benar, jadwalnya sih jam 3.30, tapi supaya gak telat kami harus bangun lebih awal dari itu. Dan saya yang masih sempat-sempatnya begadang nonton Malam Minggu Miko harus dihadapkan pada kantuk yang luar biasa (salah saya sendiri, kenapa harus begadang, ckckck)
Setelah itu saya dikejutkan oleh dua tetangga yang sudah diadopsi jadi adik-adik saya, yang membangunkan saya dengan memanggil-manggil nama saya di jendela kamar.
Kurang horror apa coba -_-
Untungnya saya tidak sempat berteriak karena takut. Hehehe
Kembali ke topik.
Jalan Salib ini rutenya panjang dan masih harus berhenti di beberapa gereja yang jadi pos untuk dilakukan prosesi yang beragam.
1. Start di Taman Nostalgia
2. Menuju Gereja Talitakumi Pasir Panjang
3. Jalan ke Gereja Ebenheizer Oeba
4. Terus ke Gereja Kota Kupang
5. Ke Gereja Koinonia di Kuanino
6. Jalan lagi ke Gereja Anugerah
7. Ke Gereja Paulus Naikoten
8. Finally, menuju Gereja Imanuel Oepura.
Gereja Imanuel Oepura jadi garis finish sekaligus jadi tempat prosesi Yesus Disalibkan.
Para Pemuda Imanuel telah mengerjakan satu stage yang jadi Bukit Golgota dan guys!! Itu sangat luar biasa.
Bukit Golgota itu sangat keren dan saya tak pernah bosan dan capek melihat stage itu :)
Pukul 05.00 WITA, para rombongan yang akan melakukan fragmen tiba di tempat. Masih ada beberapa syair yang dibacakan sebelum para pengawal (tokoh dalam fragment) masuk dengan kuda sebagai tameng mereka :D
![]() | |
| Catatan: yang tiga orang lagi tayang ini bukan pengawalnya ya guys, hehehe :p |
Di sana juga ada para penjahat yang akan turut disalibkan bersama-sama dengan Yesus.
Penjahat-penjahat itu disalibkan lebih dulu, sebelah menyebelah dan Yesus disalibkan di tengah-tengah (Baca Lukas 19:18)
Lalu, beberapa saat kemudian Yesus disalibkan. Tangan dan kaki-Nya dipaku :(
Pilatus menyuruh memasang tulisan INRI atau yang dalam Bahasa Ibrani berbunyi:
"IESUS NAZARENUS REX IUDAEORUM" atau "YESUS ORANG NAZARETH, RAJA YAHUDI".
Setelah itu, para pengawal membuang undi atas jubah Yesus.
Guys masih hafalkan tujuh perkataan Yesus di kayu salib??
Nah, Yesus berseru "Eloi, Eloi Lama Sabakhtani"
dan kemudian Dia berkata "Sudah Selesai".
Ketika itulah Yesus akhirnya mati dan tabir Bait Suci terbelah dua.
Kepala pasukan yang berdiri berhadapan dengan Yesus akhirnya sadar dan berkata: "Sungguh, orang ini adalah Anak Allah" (baca Markus 15:39).
Teman-teman dapat membaca kelanjutan ceritanya di Alkitab.
Ketika Yesus mati, dan Yusuf orang Arimatea mengapani mayat Yesus dengan kain lenan dan menguburkan-Nya di kubur batu yang tak jauh tempatnya dari bukit Golgota.
Nah dalam fragmen ini, tubuh Yesus dibopong murid-murid-Nya dan dibawa ke gereja kami, Imanuel Oepura yang barang beberapa meter saja dari lokasi Bukit Golgota tersebut.
Setelah mayat Yesus dibawa masuk ke gereja yang didesain menyerupai gua batu, barulah kebaktian Jumat Agung yang pertama dilaksanakan.
![]() |
| Pict: Jesus Daily on Facebook |
Guys,
yang saya ingin sampaikan di sini bukan hanya sekedar cerita. Bukan juga pengalaman saya melihat fragmen Jalan Salib. Tapi lebih itu, di mana dari sesuatu yang bermakna lebih dari sebuah pertunjukkan.
Ya, penghayatan kita di saat Yesus harus menanggung dan menebus dosa-dosa kita.
Fragmen yang saya lihat dan juga dilihat banyak orang itu, mungkin ada beberapa yang menganggapnya sederhana bahkan biasa saja. Tapi, di balik kesederhanaan itu, bagaimana kita dapat memaknai arti sebenarnya dari pengorbanan Yesus di Kayu Salib.
Dia disiksa dan bahkan tak sekalipun Dia mengeluh. Hanya berseru pada Bapa.
Jumat Agung ini bukan hanya berarti kita berbakti di gereja dan sambil lalu begitu saja. Tapi, lebih dari itu. Kita tahu bahwa dosa kita yang awalnya seperti kain kermizi telah dibuat putih seperti salju :)
Tuhan Yesus sungguh amat baik ya??
Well, bagaimana kita sebagai anak-anak Tuhan memaknai pengorbanan yang luar biasa itu?
Semuanya kembali ke hati kita masing-masing.
Selamat menghayati makna Jumat Agung :)
God Bless You :*
![]() |
| Pict: Jesus Daily on Facebook |







Komentar
Posting Komentar