Bukan Ego, Bukan 'Cukup'

Dear kamu...

Aku ingin bercerita lebih banyak denganmu. Menghabiskan waktu yang cepat berlalu ini, hanya denganmu.
Namun kita kadang terenggut oleh rasa ego yang amat tinggi, melambungkan anganku ini hanya pada titik terendah dari kenyataan.
Apa kita selalu seperti ini?

Sedetik lalu kita masih melempar canda gurau yang membuat iri banyak orang,
kita masih saling memeluk satu sama lain dengan kata mesra yang tak ada bandingnya.
Tapi sedetik kemudian kita malah memisahkan suara kita,
kamu pergi mengikuti ketidakmauan hatimu, dan aku berlawanan arah dari keengganan itu.

Sampai pada titik di mana kamu merasa capai untuk bersandiwara penuh,
dan aku terlalu letih untuk terus melangkah jauh daripadamu.
Kita kembali bertaut.
Aku berpaling menuju kamu, dan kamu dengan cepatnya merengkuhku dalam pelukan.

Andai kita tidak saling menciptakan ancaman untuk hubungan kita ini,
andai kita tahu bagaimana akhirnya semua kata-kata kita akan mengubah langkah kita bersama,
andai kita tidak terlalu lambat menyadari keburukan yang akan timbul karena satu tingkah,
mungkin kita tak akan penuh dengan sandiwara.

Apa kita bisa memperbaiki ini semua?
Apa dengan 'maaf' kita bisa saling mencinta?
Apa cukup dengan saling berdiam lama dan tak berujung?
Apa bisa kita terus merasa diri paling mengalah?

Kita cukup tahu arah mana yang kita lewati bersama.
Kadang kita berdebat dengan jalan mana yang lebih baik,
atau malah ingin mencoba jalan yang lebih menantang,
Kita kadang tak mempedulikan satu sama lain..

Kemana akhirnya langkah kita terhenti?
Dengan siapa akhirnya kita terus berjalan?
Bukankah ini masih terlalu dini untuk menyudahi?
Bukankah masih terlalu panjang jalan yang harus dirunut?

Kemanapun,
kapanpun...
Selalu denganmu.
Aku butuh itu.
Aku butuh kamu.
Bukan rasa ego untuk berjalan sendiri-sendiri.
Bukan kata 'cukup' untuk mengungkapkan isi hati.
Hanya genggaman tangan dan titian langkah bersama.
Itu sudah membuatku sampai pada titik terakhir rasa bahagiaku.

(L.M)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.