Semakin Berubah - Puisi Kalut dan Penuh Kabut
Tidak lagi rasa yang seperti dulu.
Tidak lagi perlakuan yang membuat hati ini luluh.
Akhirnya dirinya pun menjadi luruh,
perubahan ini buat diriku rapuh.
Berapa banyak yang mesti kuungkapkan?
Apa mungkin nanti dia mendengarkan?
Ataukah aku hanya menjadi lebih tertekan?
Ini semakin membuatku terpojokkan.
Sudahlah!
Buang semua ragu itu.
Buang semua ragu itu.
Bawa itu jadi titik balikmu.
Biarkan dia berubah dengan dunianya itu.
Bahkan kelak bila nanti dia melupakan diriku.
Airmata bahkan jadi saksi.
Bagaimana akhirnya kesedihan ini terpatri.
Ruang hampa yang melilit hati
dan kesunyian yang menggores hari.
Ya, silahkan berubah... Silahkan menghilang.
Jika akhirnya aku tak temukan kau, aku tetap tenang.
Aku akan bilang pada diriku bahwa semuanya gampang.
Gampang untuk menarikmu pergi jauh dari bayang-bayang.
Silahkan pergi,
bila kamu dengan teganya meninggalkan hati ini.
Jika kamu dengan entengnya melantunkan ucapan pergi.
Seandainya kamu benar-benar tak tinggal di sisi...
Aku tak mengelak.
Aku tak merontak.
Aku akan terbahak-bahak.
Siapa berani bilang aku rapuh?
Atau aku tak cukup mampu?
Diri ini akan mencoba kuat.
Diri ini akan sebisa mungkin menahan air mata sakit.
Diri ini akan berkata semuanya alright.
Ya, semua alright.
(L.M)
Komentar
Posting Komentar