Hijau Terang Berujung Jendela Dunia

Haduh , ini malam terberat yang aku alami bersama sang kakak kandung satu-satunya di muka bumi ini, sebut saja namanya Zhally (nama sebenarnya).

Hari ini kami sukses menjalankan rencana terbesar kami, pergi ke pusat perbelanjaan (rencana biasa sih, tapi jadi besar sebesar-besarnya karena kami sudah merencanakannya dari dulu kala dan baru terlaksana hari ini!).
Jadi kami bersiap, itupun aku harus berteriak-teriak pada Zhally untuk mandi karena dia masih terpaku dengan permainan online di laptop-nya. Padahal dia yang mewanti-wanti untuk bersiap secepatnya tapi dia pewe sama laptopnya. Ini nih yang bikin geregetan pengen berikan ciuman lewat sepatu!
Setelah aku siap dan dia juga (akhirnya) siap. Kami berangkat. Enteeeeeeng banget jalannya, gak ada yang terjadi. Kayak gini nih yang patut diwaspadai, karena segala yang kami lakukan akan menimbulkan mistake, sekecil apapun itu.
Jadi aku masih sempat2nya mengheningkan batin untuk berdoa meminta tuntunan Yang Maha Kuasa. Berusaha sewajar mungkin dengan keadaan yang wajar terjadi pada kami berdua ini.
Sampai di pusat perbelanjaan, bukannya cari barang yang diinginkan (sendal jepit, cape-cape ke mall hanya untuk itu? Hello) malah bergerilya di counter aksesoris cewek  yang notabene mencuri perhatian kami berdua yang lewat. Kami sudah meraba-raba semua barang di counter itu kecuali si penjaga. Dan aku tiba pada kalung cantik dengan bandul menara Eiffel :) *itu yang aku cari-cari, jadi tak menyesal telah menuju counter itu* dan Zhally entah apa yang dia dapat dan kemudian dia memikirkan sepupu kecil kami, Nadi.
Tanggal 6 Juli kemarin dia ultah, dan kami belum sempat memberikan hadiah untuknya. Jadi ceritanya Zhally berencana membeli kado untuk Nadi.
Awalnya kami sepakat membelikannya kacamata RayBan, tapi setelah berpikir panjang (karena sepupu kami yang satu itu sepertinya tidak menyukai segala macam benda yang mengganggu penglihatan dan perutnya) maka kami sepakat lagi untuk membelikan baju untuknya.
Tapi mata Zhally terpana pada satu barang berwarna hijau benderang. Tebak barang apa itu?
Katak ? BUKAN !!!
Daun mangga? Hampir !!!
Cowok dengan rambut hijau ? SALAH BESAR !

Yang mencuri perhatiannya adalah hot pants hijau terang yang entah kenapa bikin dia kejang-kejang dan teriak-teriak *enggak ding!
Jadi sebelum mencari baju untuk Nadi, kami singgah ke cashier untuk membayar hot pants itu.
Setelah itu barulah kami ke counter pakaian Kids dan mencari baju untuk Nadi kecil. Sangking asyiknya mencari dan melihat-lihat baju2 koleksi baru di mall itu, kami tak sadar ada barang berharga yang hilang! Yah, ceritanya kami kecolongan dan kelupaan makanya gak sadar-sadar.
Selesai mencari baju dan membayar, kami makan di food court di lantai bawah. Belum ada pikiran kalau kami menghilangkan sesuatu, tapi nyatanya saya sudah punya firasat buruk tentang malam ini!
Segala sesuatu berjalan lancar dan itu tidak normal bagi kami!
Well, harus dimaklumi kalau segala yang kami lakukan akan ada something wrong-nya. Dan malam ini kenapa jadinya malah sempurna banget? Aku juga gak ngerti. Yang pasti firasatku berkata lain.

Jadi ceritanya setelah kenyang di food court dengan semangkuk bakso dan Pop Ice rasa Vanilla Latte dan Vanilla biasa, kamipun beranjak pergi dari tempat itu, tapi masih sempat liat beberapa kaos sih.
Nah pas di pintu keluarnya gak ada yang jaga jadi aku buang aja karcisnya di dalam counter eh ternyata di luar sana ada yang minta karcis parkirnya. Ahhh, I am SO STUPID !!! HAHAHA

Nah itu tuh permulaan malam buruk kami! Pas sampe di rumah dan lag liat-liat barang yang telah kami beli, Zhally mulai histeris. Aku berusaha memegangnya erat-erat tapi dia berontak, sontak aku menyuntiknya dengan obat bius. Ahhh, lagi ingin berimajinasi tapi cerita yang tadi hanya karangan saja loh!

Jadi dia teriak tuh, "mana celanaku?!"
Aku kaget , wah ini pasti keselip di mana gitu makanya gak keliatan tuh celana.
"Cari baik-baik dong! Tadi kamu udah bayar?"
"Udah, sebelum cari bajunya Nadi~" ujarnya. Banjir airmatapun melanda kamar kami saudara-saudara. Saat itu aku sudah menyiapkan pelampung, hendak menyelamatkan diri dari airmata nan sedih dari Zhally Amelia Menno itu.
Aku jadi sedih juga liat dia menangis gitu, jadi aku bujuk dia dengan mengajaknya mencari lagi di mall. Dia menolak, katanya pasti sudah diambil orang karena tadi kami masih lama berkeliling melihat-lihat. Akupun membenarkan dalam hati, tapi tetap saja aku tak ingin berhenti di situ jadi aku terus berkeras untuk mencari celana itu di mall.
Alhasil kami kembali lagi ke mall, dengan udara yang mencekam dan jalanan yang sudah mulai sepi karena waktu hampir menunjukkan jam sepuluh malam.
Sampai di mall, ternyata banyak penjaga counternya yang mulai menyimpan dan mengemasi barang jualan mereka.
Kami berjalan dan mata kami mengawasi setiap centi keranjang dan counter di mall (hal biasa untuk melihat barang, apalagi di mall!)
Lalu kami naik ke lantai dua dan saat itu semangatku jatuh sampai ke tanah. Tempat kami berhenti dan melihat baju untuk Nadi sudah tak ada. Sepertinya para penjaga sudah mendorongnya ke tempat lain. Jadi kami memutuskan mencari lagi, walau sudah tau hasil akhirnya. Nihil!
Akhirnya kami tak menemukannya.
Aku pasrah, Zhally apalagi.
Siap-siap untuk melihat airmatanya, tapi aku memeluknya dan mengatakan "We are the champion, my friend..." (nah loh, kenapa lagunya Queen?)
Jadi aku berjanji akan mengembalikan uangnya yang aku pinjam -______-
Sebenarnya kemana arah pikiran kami berdua? Bila tau jawabannya, ketik Reg <spasi> SI CANTIK LILI dan blah bleh bloh ! *pletakk*
Sebenarnya kami niat pulang tapi kaki kami berhenti di satu counter berisi buku! Wahh ternyata Gramedia sudah pindah tempat ke teras samping Ramayana! Kasirnya cuco pula! Kesempatan nih... liat buku maksudnyaa. Jadi kami berkutat dengan buku-buku dan komik yang ada di sana.
~sejenak Zhally melupakan hijau terang miliknya~
Dan kami pulang dengan menenteng 2 buah komik dan 1 novel.
Haduh, jatuhnya ke novel dan komik juga. Padahal niatnya cari hot pants yang kelupaan entah dimana.
Well, orang bijak bilang buku adalah jendela dunia. Kami bersyukur karena setidaknya kami masih bisa membeli buku :p
Walau itu buku fiksi belaka yang jendelanya gak terbentang seluas dunia. Hehehe #intermezzo
Jadi kami pulang, dan saat sampai di rumah, bagai di sihir... (hot pantsnya tak kembali loh)
kami sudah melupakan tentang kehilangan hijau terang itu.
THE END
Zhally (baju hitam) kelihatan sekali kan kalau dia itu cengeng? :)

Begitulah, kisah tak eksentrik dari kami malam ini (19/07/2013)
Tapi dengan kejadian tadi kami jadi sadar dan mengerti arti kewaspadaan walaupun lupa diri karena melihat diskon besar-besaran!
Pelajaran hari ini: sebanyak-banyaknya barang belanjaan anda, ingatlah untuk tidak lupa memegangnya erat-erat. Seperti balon yang tinggal empat :)

Anneyong~
God Bless Us

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.