AMBIGU "RASA"
#ManInBlack
Bisakah kita sejenak terdiam pada satu titik di mana kita tak terpisahkan oleh jarak, waktu dan ego yang tinggi ini?
Bisakah dengan rasa saling memiliki kita akhirnya dipertemukan dan merasakan senyuman hangat yang lama ingin disunggingkan?
Dan, bisakah akhirnya semua ini bukan hanya berawal dengan kata "bisakah"?
Sekian lama dan akhirnya saat ini saya menjadi benar-benar menyerah. Dengan segala keterbatasan antara kita, yang tak segannya saya ingin merebak itu semua, akhirnya kita tak bisa dipertemukan, atau lebih tepatnya saya tak bisa dipertemukan dengan seseorang yang menjadi candu bagi saya ini.
Kenapa dari sekian banyak orang yang begitu perhatiannya, harus anda yang tiba-tiba membuat saya terpesona dan andalah satu-satunya yang tidak memberi perhatian seperti orang-orang di sekitar saya ini?
Sebenarnya, dengan penuh kesedihan saya mengaku bahwa rasa yang selama ini saya takuti muncul di permukaan adalah rasa yang saya rasakan terhadap dia. Rasa yang tak menentu dan benar-benar memberi gejolak yang tak dapat ditafsirkan. Seolah rasa ini tak pantas ada, tapi harus ada untuk menutupi kekurangan yang terasa.
Gejolak dalam hati ini hanya karena satu orang, yang tak lain adalah dia yang tak (bisa) merasakan rasa ini dan saya yang berlomba menyampaikan rasa ini.
Ruang hati ini memang telah terisi penuh olehnya, walaupun memang meletihkan untuk bisa mengungkapkan segala rasa ini tanpa kata dan tanpa tanggapan yang berarti. Saya masih berharap.
Walaupun akhirnya ini akan berakhir dengan ketidakpastian, tapi harapan ini akan selalu ada. Harapan untuk menumbuhkan rasa ini juga pada ruang hatinya. Rasa yang hanya saya rasakan, dan ingin saya rambatkan padanya, kalau bisa sampai dia menjadi sama merasakan ini.
Deskripsi "rasa" ini terlalu abstrak jika dikatakan, tapi sangat konkret bila dirasakan. Dan dengan keanehannya, "rasa" ini akhirnya menjadi abadi dalam ruang hati saya. Tak ingin pergi begitu cepat, dan tak ingin tinggal begitu lama.
Rasa yang terlalu ambigu, tapi tetap dirasakan hingga detik ini.
Rasa inilah yang membuat saya menjadi candu padanya.
Rasa inilah yang takkan tersampaikan padanya hingga akhir waktu.
Have a great day, my #ManInBlack :)
Bisakah kita sejenak terdiam pada satu titik di mana kita tak terpisahkan oleh jarak, waktu dan ego yang tinggi ini?
Bisakah dengan rasa saling memiliki kita akhirnya dipertemukan dan merasakan senyuman hangat yang lama ingin disunggingkan?
Dan, bisakah akhirnya semua ini bukan hanya berawal dengan kata "bisakah"?
Sekian lama dan akhirnya saat ini saya menjadi benar-benar menyerah. Dengan segala keterbatasan antara kita, yang tak segannya saya ingin merebak itu semua, akhirnya kita tak bisa dipertemukan, atau lebih tepatnya saya tak bisa dipertemukan dengan seseorang yang menjadi candu bagi saya ini.
Kenapa dari sekian banyak orang yang begitu perhatiannya, harus anda yang tiba-tiba membuat saya terpesona dan andalah satu-satunya yang tidak memberi perhatian seperti orang-orang di sekitar saya ini?
Sebenarnya, dengan penuh kesedihan saya mengaku bahwa rasa yang selama ini saya takuti muncul di permukaan adalah rasa yang saya rasakan terhadap dia. Rasa yang tak menentu dan benar-benar memberi gejolak yang tak dapat ditafsirkan. Seolah rasa ini tak pantas ada, tapi harus ada untuk menutupi kekurangan yang terasa.
Gejolak dalam hati ini hanya karena satu orang, yang tak lain adalah dia yang tak (bisa) merasakan rasa ini dan saya yang berlomba menyampaikan rasa ini.
Ruang hati ini memang telah terisi penuh olehnya, walaupun memang meletihkan untuk bisa mengungkapkan segala rasa ini tanpa kata dan tanpa tanggapan yang berarti. Saya masih berharap.
Walaupun akhirnya ini akan berakhir dengan ketidakpastian, tapi harapan ini akan selalu ada. Harapan untuk menumbuhkan rasa ini juga pada ruang hatinya. Rasa yang hanya saya rasakan, dan ingin saya rambatkan padanya, kalau bisa sampai dia menjadi sama merasakan ini.
Deskripsi "rasa" ini terlalu abstrak jika dikatakan, tapi sangat konkret bila dirasakan. Dan dengan keanehannya, "rasa" ini akhirnya menjadi abadi dalam ruang hati saya. Tak ingin pergi begitu cepat, dan tak ingin tinggal begitu lama.
Rasa yang terlalu ambigu, tapi tetap dirasakan hingga detik ini.
Rasa inilah yang membuat saya menjadi candu padanya.
Rasa inilah yang takkan tersampaikan padanya hingga akhir waktu.
Have a great day, my #ManInBlack :)
Komentar
Posting Komentar