KEBETULAN ADALAH TAKDIR

Untitled

Ini sudah kepagian untuk menulis blog, tapi saya tak sempat lagi melihat waktu yang berdetik di dinding, karena semakin saya terlarut dalam waktu, semakin saya tak sanggup menulis blog ini.

Tak banyak kisah yang bisa tertulis rapih kali ini, hanya saja, saya hendak mengatakan bagaimana saya sangat bersyukur atas kejadian besar yang terjadi akibat hal kecil dalam hidup saya hari ini.
Apa yang terjadi?
Akhirnya setelah saya menunggu jawaban akan kepastian perasaan ini, saya mendapatkannya. Mata saya terbuka karena satu hal kecil yang kebetulan terlintas di kepala saya dan membuat saya lebih rasional lagi dalam menemukan jawaban.
Pikiran tak sejalan dengan kenyataan. Ternyata benar, apa yang saya pikirkan sekarang tak sama dengan yang terjadi. Walau begitu, saya tetap tersenyum dan mensyukurinya. Toh, saya mendapat jawaban yang memang tak memberi nilai A+, tapi memberi nilai A. :)
Artinya, ini tidak sia-sia.

Walaupun menunggu ini berarti saya menghabiskan begitu banyak waktu antara kepastian dan ketidakpastian, tapi setelah mendapatkan antara dua itu, saya merasa lega. Hati saya seperti tak diombang-ambingkan lagi di ombak yang melantun bersama angin.
:)

Saya survive. Saya senang.
Apapun yang terjadi pada hari ini (tepatnya pada hari kemarin) membuka mata saya, bahwa sesuatu yang tanpa proses akan berjalan semu dan abu-abu. Jika ingin memijakkan kaki, akan ada keraguan dan rasa tak aman. Karena itu, kenapa proses selalu ada di tengah-tengah input dan output :)

Kalau kemarin saya menanti dengan berdebar-debar dan penuh harap, hari ini saya menyadari kekonyolan saya. Ah, kenapa saya bisa begini lugu dan bego? Hahaha ...
Sudah terlambat untuk menyesali dan merenungkan.

Saat ini saya mengambil keputusan yang (semoga tidak) berujung pada rasa penyesalan atau tidak. Kalau memang akan ada rasa sesal dan kecewa, saya harus menerima itu. Dan kalau saya merasa bahagian dengan pilihan yang saya ambil, berarti inilah kebenarannya. Saya menemukannya, dengan hal kecil yang terlintas cepat di pikiran saya.

Terkadang saya heran dengan segala kebetulan yang terjadi dalam diri saya. Entah kenapa kebetulan itu membawa saya kepada jalan yang sebenarnya dari alur cerita hidup. Ketika saya berbuat sesuatu, ternyata saya kebetulan bertemu dengan orang yang pernah tersenyum dan saya bantu.
Ketika saya melihat seseorang dari mimik wajah dan tingkah lakunya, ternyata saya mendapatkan kabar bahwa dia terlibat perkelahian.
Ini bukan kebetulan yang disengaja, tapi seperti skenario yang tidak saya baca, tapi langsung saya perankan.

Seperti deja vu? No, no.
Ini lebih tepatnya seperti kebetulan yang ditakdirkan Tuhan untuk terjadi dalam hidup saya.
Ketika seseorang yang saya benci memiliki sesuatu yang saya butuhkan, ini mengajarkan saya bagaimana menghilangkan rasa benci itu karena kita manusia saling membutuhkan.
Se-simple itu saja :)

Kadang sesuatu yang sangat simple kita sepelekan. Kita tak menganggap itu akan membawa sesuatu yang berarti bagi hidup kita. Dan benar, hal ini akan membawa dampak lain dalam hidup kita, setidaknya kita jangan meremehkan semut yang ternyata memiliki sarang sebesar 10x kamar tidur kita.

Pemikiranku akan kesemuanya ini adalah suatu kebetulan yang terjadi, sebenarnya bukan kebetulan semata. Ini adalah suatu rancangan, desain indah yang tergores tipis dalam sanubari hidup, yang walau diperhatikan, hanyalah goresan kecil. Tapi kalau tak ada goresan itu, rancangan/desain tak terlihat hidup :)

Okay, ini sedikit sharing dari saya.
Semoga kita semua menyadari arti kebetulan dalam hidup kita akan membawa dampak lebih besar dari yang disangka ...
:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.