#ManInBlack

Insomnia berat bikin mata selalu berat :[
Pagi-pagi saja saya sudah mengantuk dan tak bisa ditoleransi, ditambah tak makan dan harus mengikuti kuliah. Lama-lama saya jadi zombie -_-

Tapi tetap saja, urusan di depan laptop tak pernah terlewatkan :)
Mau secapek dan sengantuk apapun, kalo berhadapan dengan laptop malah jadi semangat lagi.


Saya belum menceritakan tentang #ManInBlack di blog ini kan?
Sebenarnya saya tidak ingin mengumbarnya di sini, tapi yahhh, karena hari ini saya tak tahu hendak menulis apa, jadinya saya tulis tentang dia saja :)


ManInBlack ini julukan untuk seseorang yang tak sengaja mampir dalam pandanganku suatu ketika, dan ini hanyalah kebetulan :)
Saat itu, saya benar-benar tak peduli siapa dia. Singkat cerita, dia itu tak membuatku tertarik pada awalnya. Setelah beberapa jam duduk di dekatnya pun, saya sama sekali tak ngeh dan tak merasa harus melihat dia terus. Biasa saja.


Dan pertemuan kedua kami, saya pun masih merasa biasa saja. Bedanya, saya sudah bisa menerka-nerka bahwa warna kesukaannya adalah hitam, terbukti dengan baju yang dia pakai itu selalu warna hitam :)
Itulah kenapa saya menjulukinya "ManInBlack". Julukan spontan, yang tiba-tiba saja terlintas di kepala saya dan saya ungkapkan setiap mengingat dirinya.
Tak berselang lama, saya terpaku padanya. Setiap melihat dia, rasanya mata ini hanya ingin melekat (hahaha... lem kali ya???). Entah karena saya hanya tertarik atau falling in love at the first sight. I dunno, karena saat itu saya juga kebingungan saudara-saudara. Pasalnya, dia memecah konsentrasi saya dan saya gagal melakukan beberapa hal yang seharusnya saya lakukan :p

Setelah beberapa lama dan akhirnya tak bertemu lagi, saya merindukan dia. Dalam ingatan saya, warna hitam itu mewakili segala sesuatu tentang dia. Karena warna hitam itu gelap dan membuat saya fokus pada satu hal, yaitu dia.
Mungkin saya hanya bisa jadi pengagum rahasia, yang harus terus bersembunyi dan tak dapat menunjukkan jati diri saya. Mungkin saya memang harus begitu, supaya tak ada rasa canggung maupun posesif berlebihan yang akan timbul ketika saya melakukan lebih.

Tapi siapa sangka, ternyata dia lebih dulu memberi lampu hijau pada saya. Siapapun akan senang bila orang yang dia admire merasakan kehadirannya, dan perasaan saya sekarang ini melebihi rasa senang melihat bintang di malam hari.

Hanya senang, dan tak ada lagi yang lain...
Saya belajar dari pengalaman, bahwa ketika seseorang memberi harapan, tidak ada kepastian apakah harapan itu akan menjadi abadi atau hanya harapan semu. Istilahnya, PHP!
Dan saya tak ingin merasa lebih sakit hati dalam menjalaninya, tak ingin berharap, tak ingin membalasnya dengan melaju kencang setelah melihat lampu hijau itu.

Ya, let if flow~
:)
Walaupun #ManInBlack begitu membuat saya tertarik, tapi saya juga harus terus woles. Karena mungkin lampu hijau yang dia berikan hanya untuk pertemanan, bukan untuk hal lain yang lebih spesial. Well, saya merasa cukup senang dengan mengenal #ManInBlack (walau itu kenalnya juga di dunia maya -_- hehehe)

Selamanya jadi secret admirer pun tak apa, saya tak ingin mengambil resiko yang bisa membuat saya jadi kelabu seperti balon -_-
Jadi sekarangpun, PHP itu biasa saja. Tak terlalu menyakitkan dan tak terlalu mengguncang hati. Semuanya biasa saja.
OK, SAY: ITS OVER to PHP :)

White

Komentar

Postingan populer dari blog ini

This is Why I am So Afraid To Lose You!

Ketika Teman Jadi Bangsat !

Yang Berharga Yang Kulepas.