[Menanti]
Sebuah keinginan hati untuk dapat meraihmu,
membisikkan kata dan bait kalimat merdu untuk dilantunkan padamu.
Sepertinya ini menjadi luapan rasa sepihak,
Sepertinya ini menjadi luapan rasa sepihak,
tanpa ada tambatan yang melabuhkan hati ini.
Apakah pandangan mata ini kurang berarti untuk dikenang?
Apakah terlalu buta diriku merasa kau akan melihatku kelak?
Apakah pandangan mata ini kurang berarti untuk dikenang?
Apakah terlalu buta diriku merasa kau akan melihatku kelak?
Seharusnya aku bercermin akan sakit yang pernah lalu,
dan mencontoh rasa duka yang telah menusuk relung ini.
Penantian memang tak selalu membuahkan hasil,
bahkan penantian ini terlampau sakit dan menyedihkan.
Tak pelak aku ingin mengenyahkanmu dari ingatanku,
menghilangkanmu dari segala ruang di hati ini.
Semakin penantian ini kuladeni, semakin perih hati ini menunggu.
Sampai kapanpun tak ada kamu lagi, yang bahkan memberi senyum tanpa hadirmu.
Kau hanya ada di saat kau benar ada,
kau pergi dan aku tetap tinggal merasakan sakitnya penantian ini.
Luka dan kesah ini terlalu dalam untuk disembuhkan,
dan takkan bisa lagi disembuhkan.
Untuk dia, yang selama ini kunantikan....
Yang membuat dada ini berdebar, tapi tak pernah hadir seutuhnya.
Untuk dia, yang terlampau kunantikan,
bahkan tiada henti kunantikan.
Untuk dia.
Hanya dia.

Komentar
Posting Komentar