UNEK-UNEK KITA (MAHASISWA)
What I feel tonight?
Hari ini gejolak rasa bercampur menjadi satu. Dan menjadi begitu runyam sampai bernafas pun sulit. *hahaha, lebay*
Karena besok tidak ada deadline apapun, saya bersemangat untuk begadang (lagi) dan menghabiskan waktu di depan laptop. Yahh, seperti biasa, menulis blog, online di Facebook dan Twitter.
Kebiasaan jelek mahasiswa (contoh nyatanya: yang menulis blog ini) adalah:
1. Menunda Pekerjaan.
Kalau dosen sudah kasih tugas dan harus dikumpul di pertemuan selanjutnya, mahasiswa malah sok cuek. Tapi seandainya tugas itu harus dikumpul keesokan harinya, pasti deh begadang sampe pagi, menyelesaikan tugas. Tak peduli harus ngantuk di kampus, yang penting tugasnya selesai.
Tapi ada juga yang malah copas (copy-paste) saja dari teman, jadi tinggal salin pekerjaannya teman. Hahaha
2. Mr. Google Saja
Ini kebiasan lain yang sudah mendarah daging di kalangan mahasiswa sejak mereka mengenal gadget maupun internet. Ya, memang situs search engine seperti Google sangat membantu dalam mendapatkan informasi yang diperlukan, dan itu juga sangat amat teramat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk mengerjakan segala macam tugasnya. Well, tidak bisa menyalahkan mahasiswa sepenuhnya, karena sekarang sudah zaman modern dan serba canggih. Tugas pun kadang tak di print out lagi dan langsung dikirim lewat email. Ini membuktikan bahwa mahasiswa seyogyanya telah semakin canggih dan mengerti teknologi saudara-saudara, yang berarti pengetahuan mereka tentang internet juga sudah terbuka :)
3. Minta Tolong Sama Facebook/Twitter
Emang gak gaul kalo gak punya akun Facebook atau Twitter, karena itu semua mahasiswa berlomba-lomba membuat akun tersebut. Bahkan ada yang punya 2-3 akun sekaligus (seperti saya ini, hehehe). Nahh sebenarnya sah-sah saja punya akun sebanyak-banyaknya. Tapi kebanyakan mahasiswa menjadikan socmed mereka itu sebagai tempat pengaduan. Masih baik mengadunya sama diary atau teman curhat gitu, tapi para mahasiswa lebih memilih status di Facebook dan tweet di Twitter.
Sudah saya bilang kan, itu sah-sah saja. Mau update status "Gila, tugas ini membunuhku" atau nge-tweet "Dosen memberi tugas melebihi kemampuan mahasiswanya", terserah saja.
Keren kok, nulis status/tweet kayak gitu, sumpah! Tapi, semoga kalian menulisnya dengan mengingat-ingat apakah kalian berteman sama dosen kalian di socmed tersebut atau tidak. Supaya masalahnya tak tambah panjang kan saudara-saudara :D
4. Kalau Sok Rajin, dikatain: "Udah mo wisuda lu, bro?"
Sebenarnya sesama mahasiswa harus saling memotivasi. Tapi ini malah ada kata-kata yang sampe bikin drop loh. Sumpah (ciri-ciri orang yang pengalaman pahit sama motivator, haha).
Kalo mahasiswa ada yang rajin sedikit, sudah diledekin. Nah beberapa kata ledekan itu yang bikin mahasiswa jadi sedikit drop dalam mengerjakan sesuatu. Tapi, mungkin itu hanya sebagai candaan bro :D
5. Menyalahkan Dosen Akan Segala Sesuatu yang Dianggap Cobaan
Inilah kenapa mahasiswa tidak pernah salah. kalau salah, kembali ke kalimat pertama. Kadang-kadang mahasiswa menyalahkan dosen karena memberikan tugas terlalu banyak dan tenggat waktu yang di bawah batas wajar.
Padahal, itu upaya paling baik dari dosen agar mahasiswa lebih mengerti materi (ini juga pengalaman saya). Jadi sepertinya mahasiswa harus lebih sering mengerjakan tugas tanpa menganggap dosen itu memberi cobaan berat :)
6. Terlambat dan Dilarang Masuk Sudah Biasa
Mahasiswa yang jam wekernya rusak kadang-kadang jadi korban dari poin ini. Kebanyakan mereka yang terlambat, mungkin 9 dari 10 mahasiswanya saja yang diperbolehkan masuk. Sisanya, silahkan keluar karena sudah sangat terlambat.
7. (Merasa) Mendapat Nilai yang Tak Sesuai
Ini terjadi di akhir semester dan menjelang yudisium. Selalu dan akan selalu terjadi, di mana mahasiswa kebanyakan akan protes dan mungkin bakalan demo saat melihat hasil kuliah mereka selama satu semester. Kalau yang nilainya baik, pasti mereka akan tenang-tenang saja, tapi bagi yang nilainya kurang memuaskan, sudah pasti akan ada protes yang berujung pada anarki *ah lebay* heehe..
Semua poin di atas ada yang sudah pernah saya rasakan dan ada yang saya observasi dari teman-teman kampus saja. Dari semuanya itu memang ada yang baik menurut kita dan ada yang buruk. Tergantung kita menilainya bagaimana, tetapi bagi saya, kita harus intropeksi diri dan membangun rasa tanggung jawab akan julukan kita sebagai "mahasiswa".
Kurang lebihnya karena saya mahasiswa, saya hanya menyampaikan yang saya amati :)
Hehe, feel enjoy my blog. Thank you ~
Hari ini gejolak rasa bercampur menjadi satu. Dan menjadi begitu runyam sampai bernafas pun sulit. *hahaha, lebay*
Karena besok tidak ada deadline apapun, saya bersemangat untuk begadang (lagi) dan menghabiskan waktu di depan laptop. Yahh, seperti biasa, menulis blog, online di Facebook dan Twitter.
Kebiasaan jelek mahasiswa (contoh nyatanya: yang menulis blog ini) adalah:
1. Menunda Pekerjaan.
Kalau dosen sudah kasih tugas dan harus dikumpul di pertemuan selanjutnya, mahasiswa malah sok cuek. Tapi seandainya tugas itu harus dikumpul keesokan harinya, pasti deh begadang sampe pagi, menyelesaikan tugas. Tak peduli harus ngantuk di kampus, yang penting tugasnya selesai.
Tapi ada juga yang malah copas (copy-paste) saja dari teman, jadi tinggal salin pekerjaannya teman. Hahaha
2. Mr. Google Saja
Ini kebiasan lain yang sudah mendarah daging di kalangan mahasiswa sejak mereka mengenal gadget maupun internet. Ya, memang situs search engine seperti Google sangat membantu dalam mendapatkan informasi yang diperlukan, dan itu juga sangat amat teramat bermanfaat bagi para mahasiswa untuk mengerjakan segala macam tugasnya. Well, tidak bisa menyalahkan mahasiswa sepenuhnya, karena sekarang sudah zaman modern dan serba canggih. Tugas pun kadang tak di print out lagi dan langsung dikirim lewat email. Ini membuktikan bahwa mahasiswa seyogyanya telah semakin canggih dan mengerti teknologi saudara-saudara, yang berarti pengetahuan mereka tentang internet juga sudah terbuka :)
3. Minta Tolong Sama Facebook/Twitter
Emang gak gaul kalo gak punya akun Facebook atau Twitter, karena itu semua mahasiswa berlomba-lomba membuat akun tersebut. Bahkan ada yang punya 2-3 akun sekaligus (seperti saya ini, hehehe). Nahh sebenarnya sah-sah saja punya akun sebanyak-banyaknya. Tapi kebanyakan mahasiswa menjadikan socmed mereka itu sebagai tempat pengaduan. Masih baik mengadunya sama diary atau teman curhat gitu, tapi para mahasiswa lebih memilih status di Facebook dan tweet di Twitter.
Sudah saya bilang kan, itu sah-sah saja. Mau update status "Gila, tugas ini membunuhku" atau nge-tweet "Dosen memberi tugas melebihi kemampuan mahasiswanya", terserah saja.
Keren kok, nulis status/tweet kayak gitu, sumpah! Tapi, semoga kalian menulisnya dengan mengingat-ingat apakah kalian berteman sama dosen kalian di socmed tersebut atau tidak. Supaya masalahnya tak tambah panjang kan saudara-saudara :D
4. Kalau Sok Rajin, dikatain: "Udah mo wisuda lu, bro?"
Sebenarnya sesama mahasiswa harus saling memotivasi. Tapi ini malah ada kata-kata yang sampe bikin drop loh. Sumpah (ciri-ciri orang yang pengalaman pahit sama motivator, haha).
Kalo mahasiswa ada yang rajin sedikit, sudah diledekin. Nah beberapa kata ledekan itu yang bikin mahasiswa jadi sedikit drop dalam mengerjakan sesuatu. Tapi, mungkin itu hanya sebagai candaan bro :D
5. Menyalahkan Dosen Akan Segala Sesuatu yang Dianggap Cobaan
Inilah kenapa mahasiswa tidak pernah salah. kalau salah, kembali ke kalimat pertama. Kadang-kadang mahasiswa menyalahkan dosen karena memberikan tugas terlalu banyak dan tenggat waktu yang di bawah batas wajar.
Padahal, itu upaya paling baik dari dosen agar mahasiswa lebih mengerti materi (ini juga pengalaman saya). Jadi sepertinya mahasiswa harus lebih sering mengerjakan tugas tanpa menganggap dosen itu memberi cobaan berat :)
6. Terlambat dan Dilarang Masuk Sudah Biasa
Mahasiswa yang jam wekernya rusak kadang-kadang jadi korban dari poin ini. Kebanyakan mereka yang terlambat, mungkin 9 dari 10 mahasiswanya saja yang diperbolehkan masuk. Sisanya, silahkan keluar karena sudah sangat terlambat.
7. (Merasa) Mendapat Nilai yang Tak Sesuai
Ini terjadi di akhir semester dan menjelang yudisium. Selalu dan akan selalu terjadi, di mana mahasiswa kebanyakan akan protes dan mungkin bakalan demo saat melihat hasil kuliah mereka selama satu semester. Kalau yang nilainya baik, pasti mereka akan tenang-tenang saja, tapi bagi yang nilainya kurang memuaskan, sudah pasti akan ada protes yang berujung pada anarki *ah lebay* heehe..
Kurang lebihnya karena saya mahasiswa, saya hanya menyampaikan yang saya amati :)
Hehe, feel enjoy my blog. Thank you ~
Komentar
Posting Komentar